Posts filed under ‘roman picisan’

Jingga Lebih Baik

Aku lagi merasa sedikit mellow. Mungkin pengaruh dari minum secangkir cappuccino. Ini adalah konsekuensi dari satu pilihan. Tadinya aku bingung memilih antara minum susu dan minum kopi. Dan rasanya aku tak menyesal memilih kopi malam ini. Karena walaupun aku kehilangan selera untuk tidur, namun akhirnya aku merasakan lagi, ‘sedikit melayang’, setelah segala kepenatan fisik dan mental hari ini.

“Jingga” itu adalah judul lagu Ten 2 Five yang menjadi lagu pengantar. Lagu ini bercerita tentang suatu sore yang berwarna jingga, dua orang insan sedang duduk-duduk di suatu tempat (mungkin pantai, atau taman, yang pasti tempat terbuka, karena ada angin yang bertiup lembut pada latar belakang). Sore yang berjingga itu sangat mempesona, damai dan indah. Katanya jingga identik dengan nuansa cinta yang membara. Pasti sangat efektif dan kemungkinan besar berhasil 100 % apabila seseorang memilih sore jingga yang berangin sebagai background, panorama, atau apalah ketika ingin menyatakan cintanya kepada seseorang. Cintanya mungkin akan diterima, walaupun sebenarnya seseorang yang dijadikan sasaran cinta itu tidak cinta padanya, kenapa ? karena pada sore yang jingga, segala keromantisan yang ada di muka bumi menyatu dan tercurah, menyusupkan rasa cinta yang tak terjelaskan ke setiap sel-sel syaraf di otak setiap manusia. Kalau ternyata dia masih ditolak juga, itu artinya memang sasaran cinta itu benar – benar tak mencintainya atau bahkan mungkin sangat membencinya, sehingga tak ada rasa cinta yang mampu menembus satu selpun di syaraf otaknya. Oleh karena itu, daripada buang – buang waktu dan energi, dia lebih baik mundur teratur saja.

Bagiku, munculnya dan redupnya sore berjingga yang penuh cinta, mewakili semua cerita cinta yang aku tau. Sore yang jingga adalah ketika cinta itu begitu membara, indah, damai dan mempesona. Senyuman sepanjang hari, waktu yang mendadak terlalu pendek atau terlalu panjang, keresahan, rindu yang membabi buta, roman picisan di catatan harian dan berbagai tingkah laku yang konyol – konyol. Sayangnya sore yang jingga itu tak lama. Durasinya justru sangat kecil dalam skala 24 jam, paling banyak 1/24 atau sekitar 4.16 % saja. Sedikit sekali. Selebihnya adalah malam yang redup dengan rembulan atau siang yang gerah dengan matahari. Cinta yang kelabu atau cinta yang gersang.

Dan tak ada seorangpun yang dapat menghalangi datangnya malam dan terbitnya siang. Malam akan selalu ada, siang juga akan selalu ada. Namun kabar baiknya, sore yang jingga juga akan selalu ada. Jadi jangan putus asa, ketika cinta yang membara perlahan redup, seperti sore yang jingga digantikan oleh malam yang redup dan bukan hanya itu bahkan masih dilanjutkan lagi dengan siang yang gersang. Karena setelah keredupan itu dan setelah kegersangan itu, senja juga akan datang pada gilirannya. Ketika cinta pergi, ia akan datang lagi apabila waktunya sudah tiba, Jadi tak perlu risau dan bersusah hati.

Dan tak ada sesuatupun yang dapat memaksakan seseorang untuk merasa redup pada malam hari atau merasa gersang pada siang hari. Teruslah merasa jingga dalam sgala suasana, karena merasa jingga lebih baik.

February 25, 2009 at 11:27 am Leave a comment

“What Am I To You?”

What am I to you
Tell me darling true
To me you are the sea
Vast as you can be
And deep the shade of blue

When you’re feeling low
To whom else do you go
See I cry if you hurt
I’d give you my last shirt
Because I love you so

If my sky should fall
Would you even call
Opened up my heart
I never want to part
I’m giving you the ball

When I look in your eyes
I can feel the butterflies
I love you when you’re blue
Tell me darlin’ true
What am I to you

Yeah well if my sky should fall
Would you even call
Opened up my heart
Never wanna part
I’m giving you the ball

When I look in your eyes
I can feel the butterflies
Could you find a love in me
Could you carve me in a tree
Don’t fill my heart with lies

I will you love when you’re blue
Tell me darlin’ true
What am I to you
What am I to you
What am I to you

November 22, 2008 at 3:14 am Leave a comment

wanda’s day

 

Pukul 06.30 am :

Wanda, elo brengsek banget udah maksa gue bangun sampe jam 1 pagi tadi, hanya untuk mendengarkan celotehan lo yang ga ada penting2nya itu. Elo ngga tau kalo gue tersiksa setengah mati, terkantuk – kantuk jatuh bangun di alam mimpi selama 3 jam dengerin lo ngoceh. Tapi gue sabaaaar karna elo udah mentahbiskan gue sebagai ‘sobat’
lo sejak sebulan yang lalu. Yang paling pedihnya, bisa – bisanya pas udah mo mengakhiri pembicaraan lo bilang, udah ah, gue mo tidur, gue udah capek dengerin lo ngomong :’( , bukannya bilang makasih… Semoga Tuhan nguatin gue supaya bisa melewati hari ini dengan sukses.
Sumpah, ngantttuuuuuk banget.

 

Pukul 07.45 am :

Wanda, gue baru habis briefing pagi. Gue belom berani ngomong ngasih bahan sharing seperti yang lo lakuin, karna gue masih belom pede dan sebenarnya gue juga ngga tau mau sharing apa. Gila aja kalo gue sharing tentang kengantukan yang gue rasakan. Wanda, gue butuh secangkir kopi, pahit tanpa krimer, supaya gue bisa ngelanjutin hidup gue hari ini. Ini gara2 lo…

 

pukul 09.00 am :

Wanda, kenapa harus Wanda ? Kenapa bukan wa’, iya wa’, gitu kali ko wa’, jangan gitulah wa’.…emang uwa – uwa…

 

pukul 10.33 am :

Hi, Wanda !!! salam manis ya.. buat debitur2 lo yang tajir – tajir n kaya…yang harta bendanya suka diributin oleh para ahli warisnya…karena itulah bagian terpenting dari dirinya…

 

Pukul 12.01 pm :

Wanda, lo udah makan ? gue ngantuk, lagi menidurkan kepala diatas meja kerja…

 

Pukul 14.00 pm :

Wanda, di Medan hujan deras, petirnya menyambar – nyambar, kilatnya nge-shoot gue mulu dari balik jendela. Ditempat lo hujankah ?

 

pukul 3.13 pm

Wanda, kok gue kangen ya sama lo..hahaha…

 

pukul 3.31 pm :

Wanda, gue salah info kemaren. ternyata nama kakak temen gue yang nikah itu bukan melva, tapi linda. Jadi lo masih punya harapan.

 

Pukul 17.00

Wanda, jam kantor udah selesai..gue sukses wanda… Ada 3 surat dan 5 memo yang done, dan gue juga berhasil menolong saudara/i sekantor gue yang membutuhkan pertolongan..baik melalui telepon kantor, fax, handphone, e-mail, maupun dengan gue datengin sendiri langsung kalo udah gawat darurat…(itulah mengapa gue bilang gue adalah wanita karir dari surga, now u know..)

 

Pukul 11.00 pm

Wanda, gue absen malam ini. Iya, gue sengaja matiin handphone. Bukannya gue ogah jadi sahabat lo lagi. Gue cuma mulai bingung dengan apa yang gue rasakan tentang elo, akhir – akhir ini. Wanda, u know what ? gue PENGEN BANGET ketemu lo. Gue ngga bisa menunggu lebih lama lagi. Gue pengen ketemu.

 

Dan satu lagi, gue pengen merasa bebas untuk berbicara tentang apa aja ke elo kapan aja gue suka. Gue pengen bisa mengirimkan sms tentang apa aja ke elo, kapan aja gue suka. Bukannya malah menumpuknya di folder Draft handphone gue.

 

Wanda, kenapa harus elo ?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

November 21, 2008 at 12:14 pm Leave a comment


 

May 2012
M T W T F S S
« Jan    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Pages


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.