Run Tita Run
Semua orang bisa ngomong
Anjing pun boleh mengonggong
Run tita tita run / Run tita run
Rap :
Run don’t let them break you down
Run in the path you found
chin up tita don’t frown
(Don’t look back… make attack)
Show the people it’s your life
Tell them you can survive
Take a deep breath and drive
(I’ll be me… just only me)
Ke siapa ku bertanya
Pasti ke diriku sendiri
Kemana ku melangkah
Akan ku ikuti kata nurani
Rap :
I’ve been searchin’ for a way
Now I got somethin’ to say
Imma live startin’ today
(don’t look back… me attack)
And I wanna break free
(Please just let me break free)
All you guys just wait and see
(I’ll be me… just only me)
Hanya aku yang putuskan
Hidup memang penuh pilihan
Cuma aku paling tau
Kemana yang akan ku tuju
Reff :
Run tita tita run / Run tita run
Terus berlari jangan berhenti
Run tita tita run / Run tita run
Pastikan arah usah menyerah
Semua orang bisa ngomong
Anjing pun boleh mengonggong
Ku tak peduli/ Berlagak tuli
Ku terus berlari
Reff :
Run tita tita run / Run tita run
Terus berlari… la la la
Run tita tita run / Run tita run
Jangan berhenti
Rap :
Lari terus jangan menyerah
Jangan mau kalah
Tapi asalkan kau jangan salah pilih arah
Biar saja anjing mengonggong
Anggap saja tong kosong
Terus M’laju.. M’laju.. M’laju.. Maju
Reff :
Run tita tita run / Run tita run
Terus lari usah berhenti
Run tita tita run / Run tita run
Pastikan arah usah menyerah
Run tita tita run / Run tita run
Terus lari… jangan berhenti
Run tita tita run / Run tita run
Pastikan aras usah menyerah
Rap :
Damn I think tita’s got it
She got the fire on lit
Do you she her
(She keep runin’ ain’t no stopin’)
Keep goin you almost there
(No more fear)
Do you dare
(She won’t tear)
The way is clear
Semua orang bisa ngomong
Anjing pun boleh mengonggong
Ku tak peduli (Terus berlari)
Berlagak tuli Ku terus berlari
(Jangan berhenti)
nanana…
Ada rasa bosan yang tiba-tiba datang menghinggap. Sebuah pertanyaan di dalam hati : Akan kemanakah arah jalan ini? Dimana akan berakhir ? tak ingin melewati hidup yang tanpa rasa. Damai namun terbalut ketakutan. Ada sebuah mimpi yang masih tetap menunggu untuk digapai.
Sebuah rumah dikelilingi gunung bersalju. Dingin. Susu coklat hangat. Bangunan – bangunan mediteranian yang tinggi di sisi – sisi jalan. Perapian di dalam rumah.
Mimpi itu masih tetap ada disini.
to my beibi
Yesus sayang padamu, alkitab mengajarmu..
walau kau kecil lemah, kamu ini milikNya..
Yesus, Tuhanku, sayang padamu..
Itu firmannya, di dalam Alkitab…
Akhirnya
Akhirnya ada juga yang ngucapin selamat hari ini atas ‘suatu’ pencapaian, sekecil apapun itu… (thanks wordpress):
Doc1
makan siang gratiS
Siang ini makan gratis lagi, seperti kemarin malam, dan mungkin nanti malam. Setelah mengalami yang namanya makan siang gratis secara beruntun beberapa hari ini, aku tertarik untuk melakukan survey tentang makan siang gratis, dan berikut beberapa informasi yang kuperoleh :
1. Tak ada makan siang gratis (no such free as luncuh). Free now, but later pasti dapet giliran untuk membayar.
2. Tempo interaktif 2 Oktober 2009. Kuba ternyata selama ini memberlakukan makan siang gratis. Negara komunis ini kini menyadari bahwa “makan siang tak ada yang gratis”. Mulai Kamis (1/10), pemerintah menutup ruang makan siang dan memberikan uang kepada para pekerja untuk membeli makanan (bukankah tetap gratis inin namanya yah ??)
3. ‘Makan Siang Gratis’ bersaudara dengan ‘Ada udang di balik batu’, jadi jangan buru2 tergiur dulu, karena pasti ada ekor-ekornya
So, kalo ada yang ngajak makan siang gratis, kudu mikir dulu, adakah maksud jahat di balik semua ini ? (wiii, berat banget nasehatnya) gpp sih, kalau mau2 aja, tapi siap2in juga waktunya kapan akan traktir balik.
Sekian dan terimakasih.
wondering
Kenapa ya seorang teman-dekat-lama mendadak tidak tau nomer handphonemu lagi, padahal nomermu itu adalah nomermu satu2nya dan nomernya juga nomernya satu-satunya, dari dulu kala hingga kini ? beberapa praduga yang mungkin :
1. Dia membencimu setengah mati
2. Dia ganti handphone, dan kebetulan nomermu ga tersimpen di SIM card, jadinya dia lupa atau ngga sempat entry nomermu
3. Waktu dia lagi iseng2 ngutak ngatik hp, nomermu ke-delete
4. Dia ngga terlalu care tentang kamu, toh juga kontak2an udah jarang
5. Elo siapa, ngga penting kaleee nomermu disimpen…banyak kontak person baru yang lebih penting
6. …
7. …
8. Dulu dia sangat mencintaimu namun kini dia harus melupakanmu (kegeeran mode on)
feel not good2 :(
Tuuuhhh kan… feel not good lagi….
Yang namanya manusia yah, emang ngga pernah merasa cukup. Rakus, serakah, egois, seringkali muncul ketika ada kesempatan untuk itu. Sesungguhnya kalau dipikir-pikir dengan jernih, ‘satu’ saja sudah cukup, tapi mengapa harus ambil ‘tiga’?
Orang-orang yang serakah dan rakus selalu menyebalkan, aku tau. Namun kenapa aku melakukannya (lagi) dan baru menyadarinya setelah aku melakukannya ? Aku merasa malu sama diri sendiri. I feel horrible dan terrible. Kalau bisa membela diri sih, aku melakukannya karena orang lain melakukannya juga Tapi, apa alasan seperti itu acceptable ? Membuat aku menjadi orang yang lebih baik dari mereka ? Mmmm, rasanya tidak…
Ok, what’s done is done. Semua orang punya kelemahan dan pernah salah. Ngga apa-apa salah, apabila setelah menyedarinya kita bisa berubah ke arah yang lebih baik. Untuk menjadi orang yang lebih baik berhentilah bersikap serakah, rakus, tamak. Ketika ada godaan untuk mengambil ‘sebanyak-banyaknya’, segera berhenti, lihat ke langit, tarik nafas dalam-dalam dan ucapkan ‘satu saja sudah cukup’. Lebih dari satu tidak akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik (kalau kamu memang bercita-cita jadi orang baik)
Secukupnya saja.
feel not good
Arggghh..exaggerating…again… Kenapa sih aku selalu menyesalinya setelah aku melakukannya. Selalu saja tak bisa berhenti ketika akan sedang melakukannya. Rasanya seperti sedang terbang tinggi dan cepat di angkasa raya, menikmati pemandangan alam nan indah permai, lalu tiba – tiba disuruh brenti, hanya untuk beli 1 cup conello di gerobak Wall’s yang sedang melintas, ngga seru doong. Hmmph, aku hanya… hanya tidak rela melepaskan segenap perhatian itu, perhatian yang sangat intens dari orang-orang yang sedang mendengarkanku, tatapan-tatapan penuh minat dan daya tarik itu, huh tak kan mampu aku melepaskannya. Aku tak mampu berhenti, menutup mulut sebelum menyadari bahwa akan ada beberapa fakta yang kuberikan, yang harus kuakui dengan jujur, bahwa sebenarnya kurang benar atau mungkin tidak benar, hanya untuk memaniskan apa yang sedang kubicarakan dan menjadikannya kelihatan ‘wow’ dari awal sampai akhir. Oh, my…
But after that, selalu ada segumpal rasa enek di dalam dada, menohok jantung, mengaduk-aduk isi lambung, menimbulkan rasa mual hingga ingin muntah rasanya.
I hate my self for exaggerating, tapiiii.. kok susah banget ya brentinya…
just can’t stop
i hate be ing blue,
but i just can’t stop.